Skip to main content

1000 paper stars and one wish


Masih ingat dengan karakter Kugy di novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari? Atau tonton filmnya deh. Di sana ada adegan Kugy senang membuat dan menempel origami burung bangau.

Nah, hari kemarin saya buka puasa bersama dengan teman-teman, dan ternyata saya baru menemukan hobi mereka membuat origami. Tapi mereka gak bikin origami bangau seperti Kugy, melainkan origami bintang.

Sambil ngobrol ngaler ngidul, tangan kita asik membuat origami bintang dari paper stars yang sudah banyak dijual di toko aksesoris. Kita tinggal melipat.. melipat lagi.. dan voila! Jadilah bintang-bintang lucu seperti ini! :D




Origami adalah seni melipat kertas dari Jepang. Dan untuk origami bangau dan bintang ini ada mitosnya. Menurut mereka, kalau kamu bikin 1000 bangau atau bintang, kamu bisa make a wish.

Namanya juga mitos, bisa jadi benar-benar kejadian bisa juga mitos ini dipatahkan kapan saja. Tergantung kamu mau percaya atau tidak.

Kalau salah satu teman saya yang kemarin hadir di buka puasa bareng sih, ketika saya tanya 'Buat apa bikin origami bintang? Kalau udah seribu mau diapain?' Dia jawab, 'Mau dikasih buat jodoh gue.'

Hmm oke.

Bagaimana kalau saya mulai membuat origami bintang ini sampai mencapai jumlah 1000? Ada yang mau menunggu? Issshhh. ;p

Bye.

Comments

@aradityarian said…
This comment has been removed by the author.

Popular posts from this blog

Hade goreng ku basa

Kaget, miris, sedih. Tiga kata ini menggambarkan perasaan saya setiap kali dihadapkan langsung pada realita sikap sebagian masyarakat kita yang pengguna teknologi canggih, namun masih mengabaikan etika dan kesopansantunan dalam bertutur. Berkaitan erat dengan penggunaan bahasa, ada sebuah pepatah Sunda berbunyi: “Hade goreng ku basa”. Pepatah ini mengandung arti bahwa baik atau buruknya sesuatu tergantung bagaimana bahasa dan cara kita menuturkannya. Dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di ranah publik dan ranah formal, penggunaan bahasa yang baik dan benar (tak hanya dari segi gramatika, tetapi juga konteks sosialnya) amat sangat penting. Beberapa yang belakangan ini sedang sering saya temui adalah: 1. Pencari kerja yang meninggalkan komentar/pertanyaan tanpa memperhatikan tata krama pada postingan iklan lowongan kerja di media sosial. 2. Pelamar kerja/pencari peluang bisnis atau kerja sama yang mengirimkan e-mail tanpa memperhatikan etika berkirim surat. Mungki...

Lengkah Maddah gokil parah!

Lengkah Maddah udah lewat, tapi serunya masih berasa banget. Tolooong !!! :D * Risa Saraswati itu seperti oase. Kreatifitasnya yang tak pernah habis telah mengalirkan inspirasi bagi lahirnya berbagai karya yang tak pernah biasa-biasa. Lagu-lagunya dalam album Story of Peter yang menjadikannya album terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia tahun 2010, buku pertamanya-Danur, masuk dalam nominasi buku terbaik Anugerah Pembaca Indonesia 2012 yang diselenggarakan oleh Goodreads Indonesia kategori nonfiksi. Lalu Maddah, buku keduanya lahir di tahun yang sama dengan Danur, diluncurkan berbarengan dengan album Mirror dalam sebuah konser bertajuk Nishkala Sarasvati. Dihadiri ribuan orang, dan dikenang sebagai konser yang magis, megah dan anggun. Setelah Nishkala, apalagi kejutan yang diberikan Risa Saraswati bersama Sarasvati? * 7 Maret 2013 kemarin, beruntung sekali saya menjadi salah satu yang “terpilih” oleh “mereka” dalam sebuah petualangan kecil bertajuk Lengkah Maddah....