Skip to main content

Posts

Sarasvati events recap

Sebagai penyuka grup band musik Sarasvati, dalam periode 6 tahun mereka berkarya, tidak semua panggung Sarasvati selalu bisa saya datangi. Namun setiap panggung Sarasvati yang saya hadiri, tidak pernah gagal meninggalkan kesan buat saya. Saya senang bercerita banyak mengenai Sarasvati di blog ini. Ini adalah beberapa tulisan saya mengenai gigs dan konser Sarasvati yang saya hadiri. Sebuah rekaman tentang kenangan manis saat menjadi salah satu yang ikut bernyanyi di depan panggungnya. Selamat menyimak. 1.  RATIMAYA SARASVATI, BUAH JIWA KELOMPOK MUSISI PENENUN IMAJINASI  (Oktober, 2015) Foto : @syahwi 2.  Sarasvati Di Hellprint United Day III  (Oktober, 2013) Foto : @lucyanao 3.  LENGKAH MADDAH GOKIL PARAH!  (Maret, 2013) Foto : @superrumy 4.  SAYA MENYEBUTNYA PENGALAMAN NISHKALA  (November, 2012) Foto : @lucyanao 5.  GET CLOSER WITH SARASVATI : CORETAN KECIL DI MALAM SABTU  (Oktober, 2012) ...

Ask me anything

Entry kali ini sesungguhnya adalah pertanggungjawaban kepada lima orang teman atas cetusan ide random yang datang dari saya sendiri yang menyatakan akan menjawab pertanyaan apa pun dari mereka dalam sebuah postingan blog. Beginilah jadinya. Sisca Utami (@sisca_utami ) : Pilih mana, bahagia apa sukses ? Kenapa ? Bahagia. Karena kalau kita bahagia dengan apa yang kita lakukan, kesuksesan akan mengikuti. Amin. Mentari Nurmalia (@rockintari_) : Hal paling tidak lo sukai yang harus lo lakukan ? Pas camping di lokasi yang ga ada tempat buang airnya. Jadi mau ga mau harus buang air di tengah-tengah sawah. Atau pas lagi jalan ke mana pun, harus buang air di toilet yang kotor dan bau. Pokoknya aku ga suka. Tapi ya mau gimana lagi ya kan. Lucyana Oktaviani (@ lucyanao ) : Kapan bikin project novel lagi ? Kapan mau bikin album? Aku belum berhasil bikin novel satu kali pun, masa udah ditanya "kapan bikin lagi?" *cry* Bikin album juga. Pertanyaan macam ...

Srikandi

Foto : @lucyanao Festival lagi. Ramai-ramai lagi. Menonton kakek mendalang lagi. Tentu saja, selalu dari baris paling belakang dan sudut paling temaram. Tapi anehnya, dia selalu bisa menemukanku. "Kakekmu pencerita yang luar biasa." "Semua dalang juga. Mereka semua luar biasa." "Kamu mau seperti Kakek?" "Aku tidak bisa." Aku mengusap wajahku, membalurinya dengan asam jawa biar kecut. Akhir-akhir ini, aku selalu membawa persediaan bumbu rasa masam itu ke mana pun aku pergi. Agar saat aku memerlukannya, ia akan menjadi setan penyelamat rasa bosanku kepada manusia. Seperti sihir, setelah wajahku terasa cukup kecut, siapa pun yang melihatnya akan berubah menjadi enggan terhadapku. Aku merasa nyaman. Setelah itu, dia tak berani menambah pertanyaannya. Di tengah bingar suara gamelan yang masih mengiringi kakekku mendalang, aku puas pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasarannya telah lenyap. Rupanya aku juga telah berhasil mengusirnya....

Mencari tahu regulasi perfilman Indonesia

Bulan ini, bertepatan dengan musim libur Lebaran, timeline sosial media saya semarak dengan tweet promo film ataupun tweet orang-orang yang berkomentar tentang film yang baru mereka tonton. Tambahan lagi, pada bulan ini perfilman Indonesia mencapai rekornya; tujuh film Indonesia menembus angka lebih dari satu juta penonton. Konon pencapaian ini tak pernah terjadi dalam tujuh tahun terakhir. Tentu saja ini menggembirakan. Sumber :  filmindonesia.or.id  (19/7) Namun di samping kondisi menyenangkan tentang perfilman Indonesia, beberapa kritik mengenai tata edar, mutu film, kurangnya jumlah layar bioskop, sampai harga tiket bioskop yang tak terjangkau oleh semua kalangan juga kerap saya simak, baik dari pelaku industri film ataupun dari masyarakat. Lalu bagaimana sih sebenarnya regulasi perfilman Indonesia? Regulasi perfilman Indonesia tertulis dalam UU No 33 Tahun 2009 tentang Perfilman. Kita bisa mengunjungi situs kejaksaan.go.id  untuk mengunduh dan membaca secar...

Q&A with Nay Sharaya

Foto : Dok, Pribadi Nay Sharaya lahir 26 April 1989 di Bulukumba, Sulawesi Selatan. Waktu kecil ia pernah kecanduan main paper doll dan malas mengerjakan hal lain . Sampai-sampai orang tuanya kesal dan menyembunyikan mainan itu entah di mana. Tapi sebagai gantinya, orang tua Nay membawa buku-buku ke rumah. Mulai dari buku dongeng sampai novel-novel anak. Dari situ, Nay mulai suka menciptakan dongeng. "Seru juga ternyata membuat cerita sendiri apalagi ada orang lain yang ketagihan dan menunggu lanjutan cerita bikinan kita." katanya. Nay sudah menerbitkan 4 novel; Forgotten (Media Pressindo, 2013), (Me)mories (Grasindo, 2014), Interval yang berduet dengan Dion Sagirang (Grasindo, 2015). Take Off My Red Shoes (Grasindo) adalah novel terbarunya. Apa kabar, Nay ? Sekarang lagi sibuk apa nih ? Kabar baik, Alhamdulillah. Sekarang lagi sibuk mengerjakan naskah nonfiksi (baca: tesis) dan mengejar-ngejar editor (dosen pembimbing). Harus menahan diri dulu untuk sement...

Mendengarkan album kompilasi tribute to Efek Rumah Kaca

Foto : ripstore.asia Kamis (14/7) lalu, bertepatan dengan hari perayaan kelahiran MP3 sedunia (MP3 Day) atau dikenal juga sebagai #NetlabelDay, lewat akun sosial media instagram, saya membaca pengumuman bahwa Efek Rumah Kaca (ERK) telah merilis album kompilasi Tribute to ERK. Ada beberapa nama musisi terpilih yang pernah saya dengar sebelumnya seperti Fiersa Besari, Puti Chitara, Christabel Anora, dan Sungai. Saya juga penasaran dengan lagu cover-an dari musisi-musisi terpilih lainnya. Langsung saja, saya tidak berpikir lama lagi untuk mengunduh album tersebut. Sambil mendengarkan seluruh track, saya mencari tahu informasi tentang project album kompilasi Tribute to ERK ini. Ternyata project tersebut adalah project kolektif non-profit yang diinisiasi oleh Ripstore.Asia dan Creative Commons Indonesia sebagai bentuk penghargaan untuk ERK. Musisi-musisi Indonesia ditantang untuk membawakan ulang karya-karya ERK dengan versi dan genrenya masing-masing. Kemudian karya-karya cov...

Aktor terbaik Festival Film Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir

Dalam sepuluh tahun terakhir, tercatat aktor Reza Rahadian meraih nominasi terbanyak dalam kategori Aktor Terbaik Festival Film Indonesia (FFI), yaitu 7 nominasi, dan memenangkan dua di antaranya. Disusul oleh Vino G. Bastian yang meraih 4 nominasi dan satu kali menang. Lalu siapa saja sih aktor-aktor terbaik Indonesia selain Reza dan Vino dalam sepuluh tahun terakhir ini? Berikut saya kumpulkan dari berbagai sumber, peraih penghargaan Aktor Terbaik FFI dalam sepuluh tahun terakhir. Selamat menyimak. Pemenang FFI 2006 Albert Fakdawer (Denias, Senandung di Atas Awan) Nominasi lainnya: Aries Budiman (Garasi) Dwi Sasono (Mendadak Dangdut) Ramon Y. Tungka (Ekskul) Ringgo Agus Rahman (Jomblo) Pemenang FFI 2007 Deddy Mizwar (Nagabonar Jadi 2) Nominasi lainnya: Dwi Sasono (Mengejar Mas-Mas) Fachri Albar (Kala) Ringgo Agus Rahman (Get Married) Tora Sudiro (Nagabonar Jadi 2) Pemenang FFI 2008 Vino G. Bastian (Radit dan Jani) Nominasi ...