Skip to main content

Posts

Showing posts with the label #traveling

The magnificent mount Bromo

Some days ago, i read these words below on Marc and Angel's blog. Time is the most valuable constituent of life.  Make the time for what does matter today.  Really being in the moment, finding passion in your life, seeing the world and traveling, or just seeing the world that’s around you right now, being with great people, doing amazing things, eating amazing food and savoring life’s little pleasures. Remember, your time is priceless, but it’s free. You can’t own it, but you can use it.  You can spend it, but you can’t keep it.  Once you’ve lost it, you can never get it back.  You really do only have a short period to live.  So let your dreams be bigger than your fears and your actions louder than your words.  Make your time count! I really love the power of those words. I remember, a couple of years ago, i had a dream of traveling to Bromo mountain. Two weeks ago, i finally got there. This time, i'm not gonna share my story in w...

Dieng culture festival V 2014 meriah!

“For my part, i travel not to go anywhere, but to go. I travel for travel’s sake. The great affair is to move.” – Robert Louise Stevenson Bulan Maret 2014, adalah kali pertama saya berkunjung ke Dieng, sebuah dataran tinggi dengan ketinggian kurang lebih 2000 mdpl, yang berlokasi di dua Kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Wonosobo dan Banjarnergara. Pada tanggal 30 hingga 31 Agustus 2014 lalu, saya kembali mengunjungi Dieng. Tetap bersama agen travel @cheapandgotour. Hemat, praktis, tour leader yang menyenangkan dan teman – teman baru adalah paket yang selalu saya dapatkan setiap kali melakukan perjalanan. Lalu mengapa Dieng lagi? Dieng Culture Festival V 2014, adalah satu – satunya alasan yang membawa saya kembali ke Negeri di Atas Awan ini. Festival tahunan ini sudah digelar sejak tahun 2010. Baru pada tahun ke-5 ini, Dieng Culture Festival dibuka untuk masyarakat umum. Gelaran festival terbesar di Banjarnegara ini diprakarsai oleh sebuah komunitas anak muda dari Desa Dieng Kulo...

Dieng Plateau, keunikan Indonesia

Akhir pekan lalu, tepatnya Jumat 14 Maret 2014, saya melakukan trip ke Dieng bersama rombongan dari travel agent Cheap and Go Tour. Dieng adalah sebuah kawasan wisata yang terletak di 2 kabupaten, yaitu Banjarnegara dan Wonosobo. Kami berangkat pukul 8 malam dari Bandung. Dengan perjalanan darat menggunakan mobil, Dieng kami tempuh selama kurang lebih 12 jam. Kami tiba di Wonosobo sekitar pukul 7 pagi. Udara dingin Dieng mulai terasa. Nafas yang kami hembuskan pun mengeluarkan asap. Dieng berada di ketinggian rata-rata 2000 mdpl dengan suhu berkisar dari 10-15 derajat celcius. Jika musim kemarau tiba, suhu Dieng bisa mencapai 0 derajat cecius bahkan minus. Menurut Mas Didin, guide lokal kami di Dieng, di musim kemarau akan ditemui embun beku. Embun ini bisa merusak tanaman pertanian.  Dieng terbentuk dari letusan Gunung Purba. Menurut keterangan Mas Didin lagi, mengapa disebut Gunung Purba, karena belum diketahui tahun meletusnya gunung tersebut. Letusan Gunung Purba ini me...

Catatan kecil dari atas Bukit Moko: Live in the now

Pernah dengar tentang Moko? Moko adalah nama sebuah bukit di daerah Padasuka, Bandung. Menurut sumber - sumber yang saya baca, Moko adalah titik tertinggi-nya Bandung. Berada di ketinggian kurang lebih 1500 mdpl. Ketikan saja "bukit moko" di search engine kamu, maka akan muncul gambar - gambar indahpemandangan dari atas bukit Moko, plus review seru dari orang - orang yang sudah pernah ke sana. Bulan lalu, saya bersama 4 teman (Sesil, Uci, Nisa, Teta) jalan - jalan ke bukit Moko. Tempatnya mudah - mudah saja dijangkau kok. Kalau kamu suka trekking, bisa dengan jalan kaki kurang lebih 4 jamdimulai dari ujung Jalan Padasuka. Ada juga yang menggunakan sepeda. Kalau menggunakan motor, lebih cepat lagi. Hanya30 menit sampai ke tempat tujuan. Dari tugu ini menuju Warung Daweung kurang lebih 200 m. Jalannya bebatuan dan curam hingga kemiringan 45 derajat.   Sesil dan Nisa semangat mendaki Moko :D Tujuan kita dibukit Moko sesungguhnya adalah satu - satunya warun...

Impulsive trip to Jogja

Entah apa yang malam itu menggerakan jempol Neyna bbm saya seperti ini.. Neyna : "Eh, ke Jogja yuk! Ajakin Sesil boleh." Sesil adalah teman kami yang kebetulan belakangan ini sedang rajin-rajinnya curhat soal pekerjaannya. Saya. : "Yuk. Akhir bulan ini gimana?" Asal, saya balas bbm Neyna. Dan gak saya duga. Jawabannya adalah... Neyna : "Boleh." Kemudian saya pun langsung bbm Sesil malam itu juga.. Saya.  : "Sesil.. Ke Jogja yuk, bareng Neyna!" Sesil yang biasanya tidak pernah tidur larut malam, tumben malam itu masih bisa membalas bbm saya. Sesil.   : "Hayuk! Take me!!! Kapan?" Saya.   : "Akhir bulan, 31 Jan." Lagi. Asal saya menyebut tanggal yang kebetulan merah. Beberapa menit kemudian.... Sesil.   : "Gw udah booking tiket keretanya. Berangkat 31, balik tanggal 2 ya." Saya.   : "INI SERIUS?!" Kemudian saya pun buru - buru bbm Neyna. Dan akhirnya... ...

Flashpacking: Monas - Ancol, Jakarta

Bogor, destinasi eskapisme dalam satu hari

Ini adalah super-late-post! Haha. Jalan – jalan di Kota Bogor ini sesungguhnya kami lakukan di 1 September 2013 lalu. Sudah dua bulan lebih lewat! Hahaha. Ya sudah lah. Sebelum ingatan semakin memudar, mari kita rapikan di sini. --- Ada banyak kegiatan yang biasa saya lakukan untuk sejenak menghindarkan diri dari realita. Yaelah. Mulai dari mager seharian di kamar sampai cabut ke luar kota. Tapi, karena gak punya banyak waktu (dan duit), ya akhirnya kota – kota yang masih bisa dijangkau satu – dua jam dari Bandung lah yang akhirnya menjadi destinasi eskapisme. Contohnya Bogor! Cuma butuh satu hari, dijamin deh balik ke kerjaan jadi semangat lagi. Pernah dengar teori pertemanan yang dianalogikan pada frekuensi atau gelombang radio? Sekuat apapun kamu berusaha, kalau memang gak satu frekuensi ya bakal susah nyambungnya. Ada Salman, Hanum, Atika dan Moes, teman – teman yang begitu saja nge-klik kalau urusan jalan – jalan. Haha. Iya, saya percaya pada frekuensi yang gak terlihat...