Apa kabar? Oh. Lupakan. Kamu akan jawab "Baik", tapi kemudian kamu akan mengkritik pertanyaan saya. Kamu akan bilang, "Kita selalu lebih baik dari apa yang kita kira." Oke. Sekarang, saya tebak kamu pasti sedang mengomel. Kamu akan bilang, "Apa-apaan, sih? Ngajak ngobrol kok di tempat yang tidak pribadi seperti ini." Duh. Kamu memang sensitif sekali, ya. Tidak berubah. Pada akhirnya, orang-orang akan selalu butuh membagikan cerita mereka pada orang lain, dan tidak lagi menyimpannya di tempat pribadi mereka. Kamu kan pasti tidak lupa, setiap detik, foto-foto artistik, film-film magis, lagu-lagu sendu, tulisan-tulisan yang menggerakkan, serta buku-buku puitis hadir di ruang yang bukan pribadi. Itu semua juga kan obrolan. Sembunyi-sembunyi atau pun terang-terangan, semua orang butuh mencari kerabat melalui "obrolan" yang mereka bagi ke ruang publik. Saya cuma kepengin mengajak kamu berhenti sejenak, kok. Kamu sudah berjalan kaki cukup jauh dan ...