Skip to main content

Pada satu sangkala

Seperti hujan yang turun lebat dan mendadak.
Serangkai sedih itu mendesak hingga hati tak lagi sanggup terisak.

Terkadang, beberapa kata tak cukup untuk sekadar terperikan.
Maka kubiarkan segala rasa bebas mengangkasa.

Kubolehkan ia lebur dan baur sejauh baya.
Menginduk pada masa.
Terlelap dalam detak.
Lalu hilang dan kekal pada satu sangkala.

Comments

Popular posts from this blog

1000 paper stars and one wish

Masih ingat dengan karakter Kugy di novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari? Atau tonton filmnya deh. Di sana ada adegan Kugy senang membuat dan menempel origami burung bangau. Nah, hari kemarin saya buka puasa bersama dengan teman-teman, dan ternyata saya baru menemukan hobi mereka membuat origami. Tapi mereka gak bikin origami bangau seperti Kugy, melainkan origami bintang. Sambil ngobrol ngaler ngidul, tangan kita asik membuat origami bintang dari paper stars yang sudah banyak dijual di toko aksesoris. Kita tinggal melipat.. melipat lagi.. dan voila! Jadilah bintang-bintang lucu seperti ini! :D Origami adalah seni melipat kertas dari Jepang. Dan untuk origami bangau dan bintang ini ada mitosnya. Menurut mereka, kalau kamu bikin 1000 bangau atau bintang, kamu bisa make a wish. Namanya juga mitos, bisa jadi benar-benar kejadian bisa juga mitos ini dipatahkan kapan saja. Tergantung kamu mau percaya atau tidak. Kalau salah satu teman saya yang kemarin hadi...

Hade goreng ku basa

Kaget, miris, sedih. Tiga kata ini menggambarkan perasaan saya setiap kali dihadapkan langsung pada realita sikap sebagian masyarakat kita yang pengguna teknologi canggih, namun masih mengabaikan etika dan kesopansantunan dalam bertutur. Berkaitan erat dengan penggunaan bahasa, ada sebuah pepatah Sunda berbunyi: “Hade goreng ku basa”. Pepatah ini mengandung arti bahwa baik atau buruknya sesuatu tergantung bagaimana bahasa dan cara kita menuturkannya. Dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di ranah publik dan ranah formal, penggunaan bahasa yang baik dan benar (tak hanya dari segi gramatika, tetapi juga konteks sosialnya) amat sangat penting. Beberapa yang belakangan ini sedang sering saya temui adalah: 1. Pencari kerja yang meninggalkan komentar/pertanyaan tanpa memperhatikan tata krama pada postingan iklan lowongan kerja di media sosial. 2. Pelamar kerja/pencari peluang bisnis atau kerja sama yang mengirimkan e-mail tanpa memperhatikan etika berkirim surat. Mungki...

Ratimaya Sarasvati: Buah jiwa kelompok musisi penenun imajinasi

Bagi saya, Sarasvati adalah kelompok musisi penenun imajinasi. Beranggotakan Risa Saraswati ( lead vocal ), Marshella Safira ( back vocal ), Hinhin Akew (gitar), Gallang Perdana ( bass ), Papay Soleh ( drum ), Kevin Rinaldi ( keyboard ), Gigi Priadji ( sequencer ) dan Iman Jimbot (suling dan kecapi), mereka melahirkan buah jiwa baru bernama Ratimaya. Ratimaya yang dalam bahasa sansekerta berarti ‘bayangan keindahan’ adalah judul album keempat Sarasvati di sepanjang karir mereka sejak debut album Story of Peter pada 2010 silam. Berbeda dengan album-album sebelumnya, album Ratimaya yang berisi 10 lagu ini, dilengkapi dengan narasi dan memunculkan tokoh Ratimaya. Album Ratimaya Sarasvati Captured by @LucyanaO Sarasvati selalu menawarkan cerita. Ratimaya, adalah sebuah cerita baru yang dibagi oleh Sarasvati. Demi 'menghidupkan' kisahnya, Sarasvati berkolaborasi dengan Merchant of Emotion (MoE) mengangkat Ratimaya melalui sebuah konser musik teatrikal "Ratimay...