Skip to main content

Temanku, malaikat tak bersayapku

Teman...
Kita telah hadir dalam ruang dan waktu yang sama
bersama - sama menghayati hari lepas hari
kau menjelma menjadi malaikat Tuhan bagiku
memiliki tangan seringan Dewa Penolong
menyediakan hati yang lapang untuk berbagi
memiliki senyum yang mampu lenyapkan lelah di akhir hari
membagi cinta seakan tak habis terbagi...

Teman...
kau ingatkan aku akan pucuk - pucuk bunga yang bermekaran
seperti itulah pucuk jiwa ini telah mekar
tersiram kata - kata bijak sang pertapa
penjelajah liku kehidupan...

Kini kusujudkan segenap syukur ini pada Tuhan
yang menyimpan alasan bagi ranting yang patah kemarin
dan embun yang menitik esok hari...
Tuhan yang 'kan hadirkan balasan terindah untukmu,
malaikat tak bersayap-ku!

Mungkin di hari ini...
Ia bebaskan jiwamu
tuk miliki asa.. tentang semua rasa...
maka kamu hanya harus menjaganya
karena sejatinya Tuhan-lah pundi - pundi cintamu yang tak habis terbagi itu...

Comments

Popular posts from this blog

Hade goreng ku basa

Kaget, miris, sedih. Tiga kata ini menggambarkan perasaan saya setiap kali dihadapkan langsung pada realita sikap sebagian masyarakat kita yang pengguna teknologi canggih, namun masih mengabaikan etika dan kesopansantunan dalam bertutur. Berkaitan erat dengan penggunaan bahasa, ada sebuah pepatah Sunda berbunyi: “Hade goreng ku basa”. Pepatah ini mengandung arti bahwa baik atau buruknya sesuatu tergantung bagaimana bahasa dan cara kita menuturkannya. Dalam kehidupan sehari-hari, terlebih di ranah publik dan ranah formal, penggunaan bahasa yang baik dan benar (tak hanya dari segi gramatika, tetapi juga konteks sosialnya) amat sangat penting. Beberapa yang belakangan ini sedang sering saya temui adalah: 1. Pencari kerja yang meninggalkan komentar/pertanyaan tanpa memperhatikan tata krama pada postingan iklan lowongan kerja di media sosial. 2. Pelamar kerja/pencari peluang bisnis atau kerja sama yang mengirimkan e-mail tanpa memperhatikan etika berkirim surat. Mungki...

1000 paper stars and one wish

Masih ingat dengan karakter Kugy di novel Perahu Kertas karya Dewi Lestari? Atau tonton filmnya deh. Di sana ada adegan Kugy senang membuat dan menempel origami burung bangau. Nah, hari kemarin saya buka puasa bersama dengan teman-teman, dan ternyata saya baru menemukan hobi mereka membuat origami. Tapi mereka gak bikin origami bangau seperti Kugy, melainkan origami bintang. Sambil ngobrol ngaler ngidul, tangan kita asik membuat origami bintang dari paper stars yang sudah banyak dijual di toko aksesoris. Kita tinggal melipat.. melipat lagi.. dan voila! Jadilah bintang-bintang lucu seperti ini! :D Origami adalah seni melipat kertas dari Jepang. Dan untuk origami bangau dan bintang ini ada mitosnya. Menurut mereka, kalau kamu bikin 1000 bangau atau bintang, kamu bisa make a wish. Namanya juga mitos, bisa jadi benar-benar kejadian bisa juga mitos ini dipatahkan kapan saja. Tergantung kamu mau percaya atau tidak. Kalau salah satu teman saya yang kemarin hadi...

The Alpha Girl's Guide: Buku ketiga dari Henry Manampiring

The Alpha Girl's Guide Penulis: Henry Manampiring Jumlah Halaman: 254 halaman Tahun Terbit: 2015 Penerbit: Gagasmedia Harga: Rp. 65.000 Rating Saya: 4/5 Blurb: Alpha Female adalah para perempuan yang menginspirasi, memimpin, menggerakkan orang sekitarnya, dan membawa perubahan. Mereka cerdas, percaya diri, dan independen. Bagaimana remaja dan perempuan muda bisa mengembangkan diri menjadi mereka? The Alpha Girl’s Guide akan membahas tip-tipnya, seperti:  Mana yang lebih penting, nilai atau pengalaman berorganisasi? Apakah teman kamu teman sejati atau teman yang menghambat?  Bagaimana mengetahui cowok parasit dan manipulatif? Bagaimana bersikap saat diselingkuhi dan patah hati? Apakah kamu akan menikah untuk alasan yang tepat? Apa yang penting dilakukan saat memulai bekerja?  Buku ini adalah hasil pengamatan, riset artikel, wawancara langsung, dan diskusi dengan banyak perempuan di media sosial Ask.fm. Ditulis dengan ringan, penuh ilustrasi kocak, ...