Skip to main content

Posts

What do you 'reward' yourself with?

Di halaman pertama buku-nya, Your Job Is Not Your Career, Rene Suhardono menampilkan sebuah ilustrasi: 'Kerja untuk apa? Uang, mengisi waktu luang, keluarga atau gaya hidup     Lalu beberapa waktu lalu, di twitter, saya menemukan hashtag #IWorkForThis. Di sini, orang - orang men-twitpict koleksi, hobi, atau apapun yang mereka anggap sebagai 'imbalan' dari kerja keras mereka.     Hashtag ini bikin saya mikir, #IWorkForThis versi saya, bakal seperti apa ya?     --     Kita rata - rata bekerja 5 - 6 hari dalam seminggu. Pernah nggak, kamu sesekali berfikir untuk 'me-reward' dirimu sendiri atas kerja kerasmu tiap hari?     Buat apa sih mikir kayak gitu? Bukannya tiap bulan juga kita dibayar oleh perusahaan? Iya, setelah bekerja keras, kita dapat imbalan dalam bentuk yang sama tiap bulannya, rupiah. Nah sekarang, imbalan ini kamu sendiri yang tentukan, akan digunakan untuk apa. Kamu yang paling tahu diri kamu sendi...

Sarasvati di Hellprint United Day III

Sarasvati di Hellprint United Day III, 8 September 2013. Photo taken by @lucyanaO. Hellprint United Day digelar untuk yang ke-tiga kalinya pada 8 September 2013. Dan di gelaran Hellprint yang ke-tiga kalinya itu, Sarasvati manggung untuk pertama kalinya di panggung tersebut. Di Hellprint United Day III ini, sekitar 150 band dari berbagai aliran unjuk gigi di lima panggung dalam waktu satu hari penuh dari mulai pukul 10.00-22.00 WIB Sarasvati sendiri tampil sekitar pukul 18.30 WIB, di stage 1, stage utama dan yang paling besar. Di awal penampilan, Risa Saraswati, sang vokalis, berkali-kali menyatakan rasa tegangnya tampil di panggung Hellprint dengan kurang lebih 30.000 penonton ini. Tapi bukan Sarasvati namanya kalau tidak bisa menaklukan crowd . Setelah beberapa lagu dibawakan, Risa melempar tantangan kepada penonton untuk request lagu yang ingin dibawakan oleh Sarasvati malam itu. Penonton meminta lagu Bilur. Seperti biasa, lagu Bilur pun dibawakan dengan syahdu. P...

When arians meets leonist

Saya (belakang) dan Neyna (depan) "Aries and Leos have a lot in common with eachother. They are both energetic, adventurous, dominating, independent, and freedom loving." Yes we are! Leo adalah gue. Dan Neyna adalah Aries. -- Yang namanya hubungan pertemanan didasarkan pada apa sih? Kesamaan kan. Seperti sama-sama tinggal di sebuah kompleks alias bertetangga, sama - sama menerima beasiswa, sama-sama berada di ruang kursus bahasa, sama-sama satu kelas di sekolah atau sama-sama sekolah ke luar negeri dan menuju negara yang sama. Tapi saya dan Neyna sama sekali tidak pernah bertemu di bangku sekolah atau pun kuliah. Kami juga tidak bertetangga. Awal pertemanan kami rada unik. Eh biasa aja sih. Kami berteman baru di sekitaran bulan Agustus 2012, gara - gara sama - sama menyukai band musik indie, Sarasvati. Neyna itu tinggal di Surabaya dan saya di Bandung. Dua kali kami bertemu dan selebihnya kami mengandalkan teknologi. Karena biasa - biasa aja itu membosank...

Damn, I love Indonesia (2)

Karena komitmen adalah tentang membuktikan apa yang sudah kita niatkan atau ucapkan, maka saya lanjutkan lagi menulis serial postingan “Damn I Love Indonesia” yang sempat tertunda karena mager – mager sepulang kerja di weekday yang tak terelakkan. Ditambah lagi keasikan jalan – jalan ke Bogor di weekend minggu lalu dan jalan – jalan di Bandung dengan teman dari luar kota di weekend minggu kemarin (cerita menyusul di blog ini juga ya :D). --  “Aku tuh salah satu orang yang desperate sama negara ini. Dari zaman kuliah dulu aku punya cita - cita buat nikah terus tinggal di luar negeri. Semua dari awal, dengan harapan baru. Hihi.” Teman kedua yang saya todong curhat mengenai ‘Apa yang paling menyedihkan dari Indonesia saat ini?’ adalah seorang perempuan yang bekerja di sebuah agen travel di Jakarta yang kebetulan suka jalan – jalan. “Dosa mendasar adalah ketika dosa dianggap wajar dan biasa. Seolah Tuhan ga ada.” “Nonton tv, khususnya berita, bikin miris. Segitu gembar - ...

Damn, I love Indonesia (1)

Menyambung postingan saya sebelum ini, apa yang saya lakukan untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI, tak usah membayangkan saya melakukan hal - hal yang pratiotik. Saya hanya mengobrol bersama beberapa teman kok, dengan tema Indonesia. Haha! Saya sudah jarang hampir tidak pernah menonton televisi lagi, saya juga jarang membaca koran. Lalu dari mana saya mendapatkan informasi? Saya lebih senang membaca timeline orang-orang yang saya percaya dan saya follow di twitter. Sesekali saya juga mendengarkan siaran radio berita. Mengobrol dan berdiskusi dengan teman adalah salah satu cara mendapatkan informasi yang paling menyenangkan buat saya. Ada dua orang teman yang saya ajukan satu pertanyaan yang sama, ‘Apa yang paling menyedihkan dari Indonesia saat ini menurut kamu?’ Seperti kata salah satu teman, bahwa pendapat itu akan didasarkan pada pengalaman. Maka menarik jadinya buat saya, ketika mendapati jawaban yang berbeda - beda dari dua teman saya ini, karena memang latar pek...

Merdeka tapi lapar

Setiap Minggu pagi sampai kira-kira pukul 11 siang, sepanjang Jalan Dago Bandung ditutup untuk area Car Free Day. Area ini awalnya diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin berolah raga. Namun pada perkembangannya, selain masyarakat yang hendak berolah raga; bersepeda, main roller blade, atau sekedar jalan kaki, area ini juga dipenuhi oleh masyarakat yang berjualan makanan, minuman, baju, dan lain-lain. Selain itu, berbagai komunitas yang ada di Bandung juga seringkali memanfaatkan keramaian area CFD untuk memperkenalkan komunitasnya dengan program-programnya yang akan mereka jalankan. Seringkali saya merasa area CFD ini adalah miniatur dari Kota Bandung secara keseluruhan. Yang kamu temui di area CFD, adalah bagian dari berbagai macam hal yang lebih besar yang menjadi isi Kota Bandung. Ada satu bagian jalan dalam area CFD dimana di situ saya selalu sengaja berhenti sejenak dari jalan-jalan pagi. Untuk apa? Untuk menyimak kelompok anak jalanan yang biasanya membawakan perfo...

Sebuah catatan kecil

Sebagai angkoters sejati, saya punya cara untuk bikin ngangkot tetep asik. Paling sering sih ngetweet. Kadang-kadang dengerin lagu lewat headphone. Kalau kebetulan jempol iseng, maka ngangkot kadang sambil dengerin lagu ditambah corat-coret nge-draft untuk postingan baru di blog saya. Track playlist di handphone saya sampai di lagu Sunyaruri, lagu baru Sarasvati. Cocok lah dengan otak saya yang kebetulan isinya sedang 'Sarasvatī', band kesukaan, kesayangan, dan kegemaran. Alhasil, saya jadi mengingat kepada setahun yang lalu, kira-kira bulan September-Oktober 2012, ketika kami tahu bahwa di bulan November 2012 akan ada momen launching buku Maddah dari Risa Saraswati plus album Mirror dari Sarasvati, dalam konser bertajuk Nishkala. Segala hiruk pikuk menjelang konser yang kami simak dan euforia menanti konser yang kami tunggu-tunggu membuat kami, saya dan teman-teman Sarasvamily, 'tak bisa diam'. Iya, teman-teman Sarasvamily memang kadang hiperaktif. :| Kata...