Skip to main content

Posts

Kamu, cangkir cokelat panas dan pagi yang berembun

“Tiga minggu meja ini kosong tanpa kamu dan aku duduk di atasnya, bercerita dengan cangkir coklat panas dalam lingkaran tangan masing-masing. Ah, kerja dan aktifitas sosial lain tentu saja kambing hitamnya. Hihi. Sudahlah. Yang penting sekarang kita sama-sama duduk di sini ya. Sana bikin coklat panasmu. Punyaku sudah hampir setengah kuhirup. Rupamu bertambah manis saat uap panas coklat melukis sesuatu di wajahmu. Haha. Kamu apa kabar? Banyak cerita yang ingin aku bagi 3 minggu ini. Banyak hal mengetuk-ngetuk kepalaku sampai aku tak tahan menyeretmu ke meja ini. Kamu, cangkir coklat panas, dan pagi yang berembun. Aku sesak. … Kamu pernah dengar kalimat ini: ‘Orang-orang datang dan pergi dalam hidup kita, beberapa pergi begitu saja, beberapa meninggalkan jejak dalam hati kita, dan kita tidak akan pernah sama lagi.’? Aku lupa dari mana kubaca kalimat itu. Tapi itulah kalimat yang pas aku rasa untuk perjumpaanku dengan Oma, guru piano di tempatku bekerja. Aku sudah ...

Absurd chat

Alkisah, suatu malam ketika Indonesia sudah mulai memasuki Waktu Bagian Meracau Di BBM, tiba-tiba saja jempol Ney terkena kutukan untuk mengetik nama saya, Syahwi. Tapi karena jempolnya sama tengil dengan pemiliknya, nama saya pun berganti menjadi "Sawi" :| #sabar Aprilliana Rahmadani | @neynarahma: Sawiiiii... BB saya tiba-tiba ngaco, kurang lebih 30 menit kemudian setelah BB nyala kembali, saya balas BBM Ney. Syahwi: Apaaa neeeyy? Bb ngefet tadi Aprilliana Rahmadani | @neynarahma: Uda lupa wi :( ahahahah Syahwi: Kayak iklan obat sakit kepala :( Aprilliana Rahmadani | @neynarahma: Oiya :( Bhhahahahahaakk Syahwi: Inget2 dong, masa mau dilupain gitu aja? *mata nanar liat jendela* Aprilliana Rahmadani | @neynarahma: Duh... Aprilliana Rahmadani | @neynarahma: Beberapa memang harus dilupain pelan2 sih, biar mudah move on kak... *nulis2 di kaca berembum* Syahwi: Yaudah deh, yg di depan pasti lebih cerah :') Apr...

Lengkah Maddah gokil parah!

Lengkah Maddah udah lewat, tapi serunya masih berasa banget. Tolooong !!! :D * Risa Saraswati itu seperti oase. Kreatifitasnya yang tak pernah habis telah mengalirkan inspirasi bagi lahirnya berbagai karya yang tak pernah biasa-biasa. Lagu-lagunya dalam album Story of Peter yang menjadikannya album terbaik versi majalah Rolling Stone Indonesia tahun 2010, buku pertamanya-Danur, masuk dalam nominasi buku terbaik Anugerah Pembaca Indonesia 2012 yang diselenggarakan oleh Goodreads Indonesia kategori nonfiksi. Lalu Maddah, buku keduanya lahir di tahun yang sama dengan Danur, diluncurkan berbarengan dengan album Mirror dalam sebuah konser bertajuk Nishkala Sarasvati. Dihadiri ribuan orang, dan dikenang sebagai konser yang magis, megah dan anggun. Setelah Nishkala, apalagi kejutan yang diberikan Risa Saraswati bersama Sarasvati? * 7 Maret 2013 kemarin, beruntung sekali saya menjadi salah satu yang “terpilih” oleh “mereka” dalam sebuah petualangan kecil bertajuk Lengkah Maddah....

Pelukan terakhir

“Di antara ribuan lagu yang ada di dunia, gua ga ngerti kenapa harus lagu Peluk-nya Dewi Lestari sama Aki Alexa yang terus-terusan diputer sopir travel yang gua tumpangin tadi. Jangan salahin gua  kalo sepanjang perjalalan tadi gua mewek.” cerocos Ray saat menemukanku di sudut CafĂ© Voila, tempat nongkrong favorit kita di Bandung ini. Ia menumpahkan satu tas besarnya di lantai dan meletakan tas tangannya di meja. Ray baru saja kembali dari Jakarta untuk urusan pekerjaan. Badannya yang tampak lelah ia jatuhkan di kursi tepat di depanku. Ketika seorang waiter menghampiri, ia dengan yakin memesan ice lemon tea. “Tuhan memberkati orang–orang yang bebas dari alergi kopi..” kataku kalem sambil menyeruput hot cappuccino-ku. Ray yang menangkap sindiranku memasang tampang protes. Aku tak tahan untuk tidak menertawakannya. “Eh tampang lo minus lima point tuh!” komentarku ketika menangkap matanya yang sembab. Dua detik kemudian lima kepal tisu bertubi-tubi meninju kepalaku. “Lo...

Jangan ke mana-mana, di hatiku saja

Dua hari setelah aku menemui Rangga dan perempuan itu di loby kantornya. Aku berusaha baik-baik saja. Aku berusaha menjalani hidupku dengan normal. Tak kuhiraukan hatiku yang sedang mengacau. Aku tetap berjalan. Aku percaya sekali, atas keberuntungan yang pasti akan kita temui ketika kita usai berharap. Pagi ini seperti biasa, secangkir kopi yang kusiapkan sendiri di mejaku mengajakku berdiskusi. ' Kamu harus mencari klien baru karena kerjasama yang kau batalkan dengan Rangga? Hhaha.. Urusan hati kadang mengacaukan semua ya. Mengapa kau tak bisa memisahkan urusan hati dengan pekerjaanmu sih? ' ia mencibirku. Aku hanya menatap dalam pada warna cokelat kopiku. Kuracik semua kata-katanya dalam kepalaku. Kali ini ia akan tahu kejutannya. "Permisi.." "Hai, Rangga.. Ayo masuk!" Seperti janjinya kemarin, Rangga datang menemuiku di ruanganku ini. Aku melirik pelan pada cangkir kopiku dengan tatapan kau-tak-usah-berisik-dulu-ya. "Pagi, Zoya.. Aku gak a...

Bangunkan aku pukul 7

Hanya kesialan demi kesialan yang aku rasa aku dapat dalam setiap hariku. Setelah kemarin patah hati karena Rangga, kecenganku dari SMU yang aku temui di kantornya ternyata sudah akan melamar seorang wanita, hari ini angkot yang kutumpangi menuju kampusku mogok di tengah jalan. Ya Tuhan! Ingin putus asa saja rasanya. Kenapa sulit sekali keberuntungan menghampiriku? Aku mencari ojek. Apapun keadaannya nanti, aku tetap harus sampai di kampus. Aku berhasil sampai di kampusku, namun pintu kelas sudah tertutup. Kuliah sudah dimulai. Peraturan kampusku, 10 menit mahasiswa terlambat, tak akan diijinkan masuk. Usaha mencari ojekku tadi sia-sia. Kesialan ke-dua. Aku pasrah. Akhirnya aku hanya bisa mengisi waktuku dengan duduk-duduk di taman kampus dengan berbagai pertanyaan bodoh beterbangan di kepalaku. Apakah sebaiknya besok aku tidak usah bangun saja agar aku tidak perlu menghadapi kesialan-kesialan lainnya? Aku memainkan handphone-ku. Melihat-lihat daftar kontak teman-teman yang ku...

Menanti lamaran

Pukul 07:07. Aku sudah berada di ruangan kelasku. Tak sabar menghabiskan jam kuliahku, lalu cepat-cepat menuju kantor. Mata kuliah terakhirku berakhir tepat saat matahari sedang terik-teriknya. Kuambil motorku di parkiran lalu meluncur menembus debu-debu di atas jalan aspal yang terpanggang matahari. Akhirnya aku sampai di ruangan atasanku, kuserahkan sebuah amplop berisi proposal pengajuan kerjasama yang sudah kusiapkan semalam. Atasanku setuju dengan ideku. Aku puas. Kau tahu, jatuh cinta membuat kita kadang melakukan hal-hal bodoh. Siang itu, kuantar sendiri proposal pengajuan kerjasama itu ke kantor sebelah. Yup! Kantor Rangga.. Menurut rekannya yang kutanyai, Rangga makan siang di luar. Akupun menunggu di loby. Tiba-tiba seorang perempuan duduk di sebelahku. Mungil, manis dan ramah. Ia tak sungkan bercerita padaku tentang banyak hal. Padahal aku baru ditemuinya. "Mbak, pernah ngerasain gimana rasanya deg-degan menanti lamaran dari seorang pria?" tanyanya tiba-ti...