Skip to main content

Posts

Sang Surya?

Sel-selku membelah dari punyamu Namun itu tak cukup untukmu memahamiku Cukup sepenggal hidupku aku menjadi "bayi"mu Selebihnya aku berguru pada aku Kau tak lagi kugugu Tak lagi kutiru Karena aku jemu Kau bisa menyulam rasa, namun tak menjalin makna Kau bisa mengira-ngira, namun tak pernah iya Namun katamu sekali waktu, sayangmu tak berbatas Sepanjang kau bernafas Hmm.. Aku cuma ingin duduk, memejam, dan percaya Bahwa waktu sudah berlalu Dan hanya ada asa di pelupuk ketika kubuka mata Maafkan aku untuk bisu kita Nyata aku belum memaafkanmu Karena lakumu dulu Dan tingkahmu kelabui aku Mungkin aku terlalu bebal.. Di atas kasur kamar, 28 Desember 2012, 07.30.

Selamanya cinta

Aku punya janji dengan temanku, Arin, jam 12 siang nanti. Kantor Arin dekat dengan cafe tempatku dulu bekerja ini. Aku pikir, daripada menunggu Arin di   loby   kantornya, lebih asik kalau aku menunggu di cafe ini. Aku juga sedang ingin mengenang masa – masa dulu ketika aku bekerja di cafe ini. Lokasi cafe ini di sebuah jalan utama di Bandung, nyaman dan banyak pilihan makanannya. “Aku pesan es campur ya, Mbak. Mejaku di sana..” aku menunjuk ke sebuah meja di pojok cafe. Meja yang letaknya di pojok di setiap cafe yang aku kunjungi adalah tempat favoritku. Aku tak perlu repot memilih. Dan kamu tak usah pusing mencari aku kalau nanti kita janjian di cafe. Hehehe.. Aku menyapukan pandangan pada sekeliling cafe. Tak ada pegawai yang kukenal. Akhirnya, es campur yang sudah kupesan sejak tadi tiba di mejaku. Aku mencicipi satu sendok. Segar dan manis. Dan semua kenangan yang tersaji di hadapankupun menjadi manis. Aku tersenyum dalam hati mengingat semuanaya.     ...

Forza Inter!

Siang itu matahari sepertinya sedang sentimen pada bumi. Atau mungkin ia marah pada manusia – manusia di dalamnya karena telah berulah sedemikian keji sehingga bumi tidak lagi sesejuk dulu. “Rasakan!”, mungkin begitu kira – kira yang akan diucapkan matahari kalau saja ia bisa berbicara. Ingin protes rasanya, tapi matahari pasti selalu dapat berkilah, karena memang ia tidak bersalah. Manusialah yang membuat udara panas tak terampuni seperti ini. Pohon ditebangi, gedung bertingkat dengan jendela kaca terus dibangun, alat – alat elektronik yang mempercepat penipisan lapisan ozon justru semakin banyak saja digunakan orang. Di satu ruangan kelas pada salah satu Politeknik di Bandung, udara yang panas juga dirasakan oleh para mahasiswanya. Sialnya, siang itu AC di kelas tersebut mati karena tidak ada aliran listrik. Bapak – bapak dari bagian Tata Usaha memberi tahu, “Sedang ada perbaikan di PLN, kira – kira sampai jam 5 sore nanti,” begitu katanya. Namun Sang Dosen yang berusia kir...

Saya menyebutnya pengalaman Nishkala

Ahh! Sudah tanggal 14 November. Sudah lewat 13 hari dari tanggal 1 November dan saya baru sempat menjamah bahan tulisan ini.  L   Saya mau bercerita tentang salah satu pengalaman terbaik dalam hidup saya, saya menyebutnya.. Pengalaman Nishkala. “Kami sudah tau konser ini akan diadakan 1 November bahkan sebelum kami menggarap album. Hebat yah..“ kata-kata Teh Risa dari atas panggung Nishkala Sarasvati. Nishkala Sarasvati, adalah konser peluncuran album ke-dua Sarasvati dan buku ke-dua Risa Saraswati, Maddah. Rasanya setelah tanggal 1 November lalu, sudah banyak tulisan-tulisan yang mengulas konser ini.Sudah bertebaran juga foto-foto yang diambil dari banyak mata kamera yang hadir pada malam Jumat lalu itu. Magis, megah dan anggun. Tiga kata yang saya temui hampir di setiap artikel yang mengulas Nishkala Sarasvati. Emmh… rasanya ga perlu lagi menambah ulasan dari para jurnalis musik berkapasitas itu. Mereka emang  jagonya, dan saya ga mau sok jago. :D I’...

Realita reinkarnasi

Sepuluh menit. Itu waktu yang tersisa untukku saat ini. Kakak akan masuk ruang operasi dan tidak ada yang tahu bagaimana Tuhan menuliskan takdir baginya setelah itu. Wajar manusia selalu ditakuti kengerian akan saat-saat terakhir. Saat tak bisa lagi meninggalkan pesan cinta untuk orang tersayang. Aku hanya tidak ingin menyesal. Aku ingin melakukan itu untuk Kakakku. Meyakinkan dia kalau aku sangat mencintainya. Pikiranku terus dipenuhi ketakutan itu. Hingga aku tak mampu berkonsentrasi untuk meyetir. Lelah dan mengantuk karena tenaga dan fikiran sudah terkuras oleh pekerjaan hari tadi. Tiba-tiba saja aku berada dalam kesadaran yang penuh. Lelah dan kantuk-ku hilang demi melihat seorang ibu dengan perut buncit karena hamil merintih di pinggir jalan.. sendirian. Tak ada yang peduli. Ah, jalanan ini memang sepi. Aku menghentikan mobil dan membuka kaca jendela, menanyakan keadaannya. Ternyata dia akan melahirkan. Ya Tuhan, seorang bayi ada di dalam perutnya dan harus dilahirkan....

Bandung lautan makanan

Bergabung dengan sebuah komunitas dimana di dalamnya adalah orang - orang yang memiliki ketertarikan yang sama dengan kita memang selalu menyenangkan. Adalah BrOSS (Broadcast Open Source Schooling), sebuah komunitas pencinta dunia jurnalistik televisi, dimana aku, Hanum, Atika, Salman dan Hamdi dipertemukan oleh minat yang sama itu. Sudah banyak kegiatan menyenangkan yang dilakukan teman - teman BrOSS. Lebih jauh tentang BrOSS, silahkan mampir ke http://broadcast.weebly.com . Pada tanggal 29-30 September 2012 yang belum lama lewat, kami berlibur bersama-sama di Kota Bandung. Jalan - jalan dimulai dari seputaran Jalan Braga, dimana kebetulan sedang digelar Braga Festival di sana, sebuah festival tahunan untuk seni dan kebudayaan. Jam makan malam, kami pun mampir ke sebuah warung makan yang cukup terkenal di kalangan anak muda Bandung, Warung Ceu Mar. Dengan menu andalan gulai sapi dan suasana makan di pinggir jalan kota Bandung, membuat warung makan ini ramai pengu...

Get closer with sarasvati: Coretan kecil di malam Sabtu

Menulis adalah merapikan ingatan. Yuk yuk yuk nulis lagi ah.. Lagi-lagi ini tentang gigs dari band favorit saya, Sarasvati, yang saya hadiri Sabtu malam kemarin di Royal Hotel, Jalan Juanda, Kota Bogor. Di acara bertajuk Get Closer dari Buitendives EO inilah, Sarasvati tampil untuk pertama kalinya di Kota Bogor. Menjelang penampilan Sarasvati, band yang terakhir tampil malam itu, penonton mulai merapat ke bibir panggung. Ruangan mulai penuh. Jam sepuluh kurang lima belas menit, suasana berubah gloomy. Ruangan digelapkan. Cahaya minimal, dengan efek suara detak jantung diperdengarkan dari loudspeaker, menambah tidak sabar saya untuk menyaksikan penampilan Sarasvati malam itu. Foto by @dipcepepey Setelah peralatan musik siap, Sarasvati pun langsung menghentak panggung dengan lagu pertama, Cut and Paste. Teh Risa sang lead vocal bersuara angelic ini tampil dengan rok terusan hitam selutut berlengan pendek, lengkap dengan make up lebam. “Katanya serem.. yaudah sekal...